Agenda 18 Kegiatan Liputan

Mengapa Ada Kursus Perempuan?

Poster Web

Bukan kebetulan ketika Ruth Indiah Rahayu, salah seorang narasumber Diskusi Buku Sarinah bersama Agenda 18 pada November 2016 lalu mengatakan ada persoalan serius dengan perempuan di Indonesia.

 

Perbincangan dengan aktivis perempuan ini membawa refleksi mendasar kepada teman-teman Agenda 18 dan para peserta diskusi. Obrolan itu berlangsung semakin serius dengan beberapa pemetaan pada kondisi Perempuan di Indonesia.

 

Perempuan Indonesia, tidak sama dengan perempuan di belahan negara lain. Ada sebuah karakter khusus dari kultur perempuan Indonesia, dan apa saja pergulatan yang dialami perempuan Indonesia.

 

Permasalahan bukan sekadar pada budaya Indonesia yang dikata patriarki, padahal di sisi lain budaya patriarki juga memberi tuntutan-tuntutan yang terlampau berat kepada laki-laki. Di sisi lain, perempuan juga tetap mendapatkan beban ganda, mengurus ruang domestik dan kewajiban pada perjuangan publik.

 

Berlandaskan kesadaran itu, Komunitas Penulis Muda Agenda 18 bekerjasama dengan Yayasan Pustaka Obor Indonesia (YPOI) dan Institut Kajian Krisis & Strategi Pembangunan Alternatif (InKRISPENA) menggelar Kursus Perempuan. Sebuah kursus untuk membekali para peserta secara umum, laki-laki ataupun perempuan tentang persoalan lain yang membebani perempuan Indonesia, lintas ras, lintas agama, dan lintas kelas.

 

Kursus ini dibagi dalam beberapa tingkatan. Sebagai tingkat awal, Kursus Perempuan menyajikan tema “Asal-Usul Beban Ganda Perempuan.” Banyak komentar banyak perempuan bisa memilih tidak berbeban ganda, tidak menikah dan berkarier, atau sebaliknya, menikah tetapi tidak berkarir.

 

Ada beberapa alasan yang melandasi. Pertama, tema ini dipandang memiliki basis material yang konkret dalam kehidupan perempuan selama ini, yaitu menjadi tenaga kerja upahan dan menjadi ibu rumah tangga. Perempuan yang mengambil dua beban, mengurus reproduksi biologis dan reproduksi sosial.

 

Bagi sebagian orang itu adalah pilihan yang bersangkutan, bukan sebuah permasalahan sosial. Padahal, seluruh jerih payah keringat perempuan ini menghasilkan nilai lebih (surplus values) yang dihisap untuk akumulasi kapital korporasi kapitalis. Itu semua, adalah salah satu permasalahan sosial yang kita abaikan. Dampaknya, permasalahan sosial ini pun tak banyak dituliskan, baik oleh kaum lelaki ataupun kaum perempuan.

 

Hal ini berkelindan dengan alasan kedua, bahwa permasalahan beban ganda ini tidak dianggap masalah bagi perempuan kelas menengah ke atas. Mengapa? Sebab, kelas menengah memiliki uang untuk membayar tenaga kerja pengganti dirinya sebagai tenaga ibu rumah tangga. Lantas bagaimana dengan perempuan yang tidak berkemampuan secara materi?

 

Alasan ketiga, dengan belajar tentang “Beban Ganda Perempuan” tim Penulis Agenda 18 berharap ada perubahan dalam cara berpikir—praktis dan teoritis— dari para peserta menanggapi masalah “Beban Ganda Perempuan” dalam kehidupan sehari-hari baik secara personal, maupun struktural.

 

Berangkat dari kegelisahan ini, Agenda 18 memberanikan diri mengajak siapapun untuk mau belajar bersama. Dengan demikian, peserta memiliki kepercayaan diri dan kemampuan berpikir adil dalam menuliskan permasalahan-permasalahan kompleks tersebut dengan komprehensif. Bukankah penulis ternama Indonesia, Pramoedya Ananta Toer pernah berkata, ‘seorang terpelajar harus sudah adil dalam pikiran dan juga perbuatan?’

 

Pendaftaran Kursus Perempuan masih dibuka sampai dengan tanggal 15 Maret 2017. Kelas perdana akan dimulai pada 18 Maret 2017. Lokasi Kursus Perempuan diselenggarakan di Yayasan Pustaka Obor Indonesia (YPOI) Jalan Plaju Nomor 10, Kebon Melati, Jakarta Pusat

 

Pembayaran Kursus Perempuan juga masih diterima panitia sampai 15 Maret 2017. Bagi yang melakukan pembayaran cicilan diharapkan bisa membayar cicilan perdana sebelum waktu yang ditetapkan agar Materi Ajar atau Silabus diberikan kepada peserta.

 

Nah, bagi kamu yang belum ikutan segera daftarkan diri ya. Hubungi Jenni : 0822-1021-2077. Nanti kamu akan mendapatkan formulir registrasi dan rekening Agenda 18. Pendaftar juga akan menerima Jadwal Kursus Perempuan secara lengkap.

 

Tunggu apa lagi? Ayo daftarkan dirimu. Kami menanti. Escribir Para Siempre. Menulis untuk Selamanya.

About the author

Agenda 18

Komunitas penulis muda berwawasan plural.

Instagram: @agenda18
Twitter: @agenda18
Email: agendadelapanbelas@gmail.com

1 Comment

Click here to post a comment