Berto Tukan Fiksi

Dari Sebuah Lukisan Udara

Para tualang tolong dengarkan;
akankah kalian tempuh sunyi
alam sempurna di malam purba
pula pagi sang embun sulung?

Jejak-jejak tercipta lantas
menghilang
adalah kisah-kisah yang sayang
diabaikan.
Jejak-jejak tercipta kadang
membekas
hanya kilasan rasa; panas dan
dingin.
Para tualang tolong dengarkan;
mendatangi negeri mimpi, sendiri menenun impian
mengabarkan hidup pada debu dan kayu
pendengarmu bisu beku?
Kisah-kisah keluh di ingatan
mengalir lintas lidah menyentil hati lapar,
menyambar kilat-kilat angan
kadang mabuk kemabukan kadang… ah
sudahlah.
Wahai pengembara, teruslah
berjalan.
Walau jejak bukan abadi pun
sempurna.
Namun setidaknya cipta lukisan
udara,
dengan debu peleset alas kakimu!

September 2006

*Dimuat di Suara Pembaruan edisi Minggu 11/5/08

About the author

Berto Tukan

Berto Tukan bergabung dengan Agenda 18 sejak 2004. Ia kini tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana STF Driyarkara. Buku kumpulan cerpennya "Seikat Kisah Tentang Yang Bohong" (2016).

Add Comment

Click here to post a comment