Berto Tukan Fiksi

Intermezo Hujan

Inilah hidup kawan…
Rindu yang bengis itu menggerogotiku lagi
Bahkan untuk memikirkan kapan terakhir tak merindunya,
aku sepertinya tak mampu
tiba-tiba bagaikan mati lampu bergilir di
margonda

ingin kukabakan rasa ini
Sakit ini, keresahan dan rindu ini

Apakah aku harus mengirimkan pesan singkat untuknya sekarang?
“hai.. maaf mengganggu dengan pesan singkat ini….
Rindu tak bisa kubendung….. resah-sesal ini tak bisa kukekang….
Dan hanya ingin tahu… apa kabarmu hari ini?”

Aku tahu….

Ah, sial, kenapa Sigur Ros berdendang
saat-saat seperti ini?
The Land Between Solar Systems-nya Mum?
Mestikah aku tenggelam oleh placebo
My Sweet Prince?

Atau lari saja dengan optimisme utopia a la Marley atau Big Mountain?
Ahh, sudahlah

About the author

Berto Tukan

Berto Tukan bergabung dengan Agenda 18 sejak 2004. Ia kini tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana STF Driyarkara. Buku kumpulan cerpennya "Seikat Kisah Tentang Yang Bohong" (2016).

Add Comment

Click here to post a comment