Esai Fransisca Selviana Opini

Traveling Itu Penting Kuy!

Sumber: https://steemit.com/
Sumber: https://steemit.com/

Banyak di antara kita sangat menyukai kegiatan traveling, termasuk saya. Kalau semula traveling atau jalan-jalan ini dianggap sebagai kegiatan yang hanya membuang uang saja, tentu lain ceritanya untuk era sekarang. Traveling kini boleh jadi telah menjadi sesuatu yang penting untuk membuat kita justru menjadi semakin produktif dan bersemangat. Traveling, melancong atau jalan-jalan merupakan kegiatan bepergian dari satu tempat ketempat lainnya dengan beberapa tujuan tertentu misalnya karena memang untuk urusan bisnis, liburan atau bahkan memang hobi.

Banyak orang beranggapan bahwa traveling itu akan hanya akan menghabiskan banyak budget misalnya budget yang seharusnya dapat ia gunakan untuk membeli sebuah handphone keluaran terbaru tetapi karena traveling ia harus rela mengalokasikannya hanya untuk jalan-jalan. Sebenarnya melancong ini tidak melulu harus ketempat yang mahal dengan budget yang tinggi tetapi dapat dilakukan dengan berkunjung ke tempat-tempat yang sederhana namun dekat dengan alam. Ataupun hal lain yang mampu membangkitkan energi positif bagi kita. Dunia modern ini menuntut aktivitas kita agar selalu tetap produktif setiap saat. Setiap waktu kita dibombardir dengan rutinitas harian yang tak jarang menimbulkan kejenuhan. Kejenuhan akibat padatnya rutinitas ternyata dapat menimbulkan dampak negatif namun dapat kita redam dengan melakukan traveling ini.

Penelitian statistik yang dilakukan oleh para tim peneliti dari Ohio State University mengungkapkan jika banyak orang bekerja berlebihan. Sebanyak 72% mengakui menghabiskan 40 jam dalam seminggu di kantor, hal ini membahayakan bagi kesehatan mereka jangka panjang. Bekerja 60 jam dalam seminggu berpotensi meningkatkan 3 kali risiko penyakit hati, diabetes hingga kanker (Detik 18/06/2016). Selain itu dampak negatif dari kejenuhan akibat aktivitas yang padat dapat juga mengakibatkan ketegangan pada syaraf atau otot yang disebabkan karena kita terlalu stress dan kurang melakukan aktivitas fisik sehingga membuatnya kaku dan kemudian kurang nyaman.

Nah, berikut ini beberapa manfaat dari traveling yang ternyata sangat positif bagi fisik kita yang sangat perlu untuk diketahui. Traveling sebenarnya mampu menurunkan risiko terkena penyakit. Aktivitas yang dilakukan selama traveling juga akan berpengaruh terhadap metabolisme tubuh, contohnya kandungan kolesterol yang mengendap pada tubuh akan menguap bersama keringat ketika melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki (Jurnal Unpad; oleh: SF Zuhroiyyah – ‎2017).

Young happy woman with backpack standing on a rock with raised hands and looking to a valley below
Young happy woman with backpack standing on a rock with raised hands and looking to a valley below

Selain itu manfaat lainnya bagi sisi Psikologis kita yakni dengan melakukan traveling sebenarnya kita telah melakukan cara ampuh untuk meredakan stress. Udara segar, gemericik air, semilir angin, gesekan suara dahan pohon, ombak yang berdebur bersentuhan dengan batu karang, sunrise/sunset adalah beberapa hal yang kerap ditemui ketika melancong. Beberapa hal ini mampu berdampak pada ketenangan batin dan kepuasan tersendiri. Mengutip ungkapan Medical Senior Manager PT Kalbe Farma Tbk, Esther Kristiningrum (Republika, 30/01/2017) yang mengatakan bahwa kebutuhan oksigen otak 20%. Jangan sampai kekurangan oksigen. Kutipan tersebut semakin menguatkan pendapat bahwa traveling memang baik dan sangat diperlukan.  Traveling dibeberapa spot daerah pegunungan atau mana saja yang masih hijau mampu membantu menyuplai asupan oksigen bagi otak kita sehingga berdampak pada pikiran yang fresh dan membangun mood.

Manfaat yang lain yang tidak kalah penting yakni pembelajaran sosial yang nyata. Traveling ternyata mampu menjadi arena pembelajaran sosial yang konkrit, impactful dan ampuh. Kegiatan ini membantu kita untuk mengembangkan diri, bersatu dengan alam, berempati terhadap sesama dan menemukan hal baru yang berguna bagi kelanjutan hidup. Beberapa pendapat serupa juga di-aminkan oleh beberapa teman saya yang adalah penyuka jalan-jalan alias traveller. Berdasarkan riset kecil-kecilan yang saya lakukan mereka sepakat bahwa traveling merupakan aktivitas keluar dari zona nyaman, keluar dari rutinitas untuk menemukan hal lain yang bisa membantu mereka untuk lebih bersyukur akan hidupnya dan dengan apa yang telah dimiliki.

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa traveling atau jalan-jalan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk menghabiskan uang semata namun mampu menimbulkan manfaat positif baik secara fisik maupun psikologis bagi kita tergantung dari perspektif jalan-jalan yang kita gunakan yang berlatarbelakang pada kemampuan dari setiap individu yang akan melakukannya. Traveling juga memiliki pemahaman sebagai ajang pengenalan diri sendiri dan membuka cara berpikir baru terhadap hal baru serta menikmati setiap moment-nya sehingga kita lebih bersyukur dan tetap produktif dalam kegiatan harian kita.

About the author

Fransisca Selviana

Fransisca Selviana Kaesnube, akrab dipanggil Selvi. Gadis campuran Jawa-Kupang yang punya minat terhadap dunia seni menamatkan pendidikan bidang Visual Communication Design. Menulis juga salah satu aktivitas yang disukai untuk mengungkapkan ide. Air hujan yang jatuh ke tanah, bunga matahari, brownies coklat, dan kecap adalah beberapa hal yang dia sukai. Kini tergabung dalam Agenda 18 Angkatan 6.

Add Comment

Click here to post a comment