Gabrielle Marsha Kegiatan Liputan

Apa itu Khilafah?

Foto: Karina Chrisyantia/Dok. A18
Foto: Karina Chrisyantia/Dok. A18

Indonesia yang mempunyai mayoritas masyarakat Muslim, tentu tak asing dengan istilah Khilafah. Khilafah pun tak jarang dikaitkan dengan tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok muslim. Namun, apakah semua itu benar? Apakah sebenarnya khilafah dalam Islam itu?

Pada Sabtu (18/8/2018), pertemuan ketiga kelas Mengenal yang Lain yang diselenggarakan Agenda 18, salah satunya membahas tentang khilafah. Narasumber kami, Muhammad Subhi Azhari, sebagai program officer di Wahid Institute selama empat tahun sudah mempromosikan Islam damai, pluralisme, demokrasi, dan civil society di Indonesia, mencoba menjelaskan hal ini.

Dalam materinya, Subhi mengatakan bahwa khilafah sendiri menurut penganutnya ada beragam tafsiran. Secara teologis, khilafah berarti mendirikan sistem pemerintahan yang berhukum dengan hukum Allah dalam urusan agama dan dunia. Sistem kenegaraan yang ingin didirikan setelah Nabi Muhammad meninggal. Hukum Allah sendiri berpatokan pada Al-Quran dan Hadis. Hal ini menjadi perdebatan karena, urusan dunia hanya dibahas 5% dari 6000 ayat dalam Al-Quran menjadi patokan dalam segala aspek kehidupan termasuk sosial, politik dan ekonomi. Dari segi politik, khilafah berarti mendirikan Dawlah Islamiyah Internasional. Hal ini berarti mengubah sistem pemerintahan yang bedasarkan hukum islam.

Pada awalnya gerakan dan paham khilafah ini disebarkan oleh Ikhwanul Muslimin. Sebagai organisasi keagamaan yang berkembang di Mesir tahun 1928, mereka mengembangkan paham-paham itu di berbagai negara. Gerakan ini lalu dilanjutkan oleh Hizbut Tahrir pada 1952 di Yerusalem. Organisasi ini berhasil mendirikan anak organisasi di berbagai negara, namun banyak diantaranya yang dibubarkan oleh negaranya.

Menurut Subhi, alasan Hizbut Tahrir dibubarkan karena terlalu merongrong kewibawaan negara dan terkesan ingin mengkudeta penguasa yang sah. Hizbut Tahrir ingin mengubah sistem pemerintahan tetapi tidak mau mengikuti aturan yang ada karena itu bagian dari sistem demokrasi yang mereka tolak. Sehingga, mereka bergerak di bawah tanah kemudian mendeklarasikan perubahan yang mereka inginkan sebagai negara khilafah. Selain itu, ada juga ISIS yang berdiri pada 2014 kini menjadi sangat fenomenal. ISIS menganggap membunuh orang di luar kelompoknya bukan sesuatu yang salah.

Ide khilafah sendiri dalam ajaran Islam dan banyak kajian, tidak pernah memaparkan sistem pemerintahan dalam Islam, baik di Al-Quran maupun hadist. Selain sistem pemerintahan, cara memilih pemimpin di dalam Islam pun tidak ada cara yang tetap untuk menjadi patokan. Seandainya setelah nabi meninggal dan ada yang mewariskan, pasti dalam Al-Quran dan hadist disebutkan bahwa akan diteruskan pemerintahannya. Kata khilafah sendiri dalam Al-Quran sendiri hanya ada 2 kali, maknanya pun kurang lebih sama dan dapat dipahami secara majas, bukan secara harfiah.

Subhi menyatakan, bahwa di dalam Islam sendiri hanya disebutkan untuk mengangkat pemimpin atau khilafah, namun tidak mempunyai patokan bagaimana caranya memilih pemimpin baru. Pengangkatan pemimpin dalam Islam sendiri ada yang diwariskan, dimusyawahkan, dan ditunjuk sendiri penggantinya oleh pemimpin sebelumnya. Berbagai bentuk pengangkatan pemimpin itu mestinya ditaati, bukannya dipilih salah satu dan di-claim bahwa hanya cara itulah yang benar.

Pada akhir sesi, Subhi mengambil beberapa kesimpulan tentang khilafah ini. Pertama, bahwa ide Khilafah tidak cocok untuk Indonesia. Kedua, NKRI sudah sesuai dengan ajaran Islam. Ketiga, dalam mengisi NKRI ini adalah kewajiban kita untuk bersikap toleransi dan menghormati satu sama lain. Oleh sebab itu, menurut Subhi, secara pribadi, pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI, adalah hal yang tepat dilakukan pemerintah. Dia beralasan organisasi ini mengancam keamanan negara karena memiliki cita-cita mengubah sistem pemerintahan Indonesia menjadi khilafah.

About the author

Gabrielle Marsha

Penulis ngasal yang kerjaan sehari-harinya berkhayal dan tidur diantara mimpi. Alasan ia menulis adalah agar tidak gila. Temukan tulisan ngasalnya di idiotweirdos.tumblr.com.

Add Comment

Click here to post a comment