Gloria Fransisca Kegiatan Wawancara

Ahok dan Rumah Kota Kita

2

“Pak Ahok, ini saya berikan Pak hadiah Tahun Baru dari teman-teman penulis muda Katolik, Agenda 18. Ya buku ini berisi sekumpulan opini dan cerita tentang Ibu Kota Jakarta. Judulnya Rumah Kota Kita, semoga berkenan ya Pak ada sejumlah saran juga kritik, harapan untuk mewujudkan Ibu Kota yang lebih baik,” ujar Gloria, penulis Agenda 18 angkatan 5 kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Pak Ahok, Rabu malam (30/12/2015).

Menurut cerita Gloria, Pak Ahok pun membuka dan membaca sekilas daftar isi dan cover bukunya berulang kali. Dia lantas meminta tanda tangan Gloria sebagai salah satu penulisnya.

“Kamu tanda tangan dulu dong, kan ada tulisan kamu juga,” jawabnya.

“Terima Kasih Pak,” kata Gloria sambil menandatangani bukunya.

“Terima Kasih ya Gloria. Ini bacaan saya buat akhir pekan,” ungkap Pak Ahok.

Inilah alasan sejumlah penulis muda yang masih mau menulis, setidaknya dengan menulis seseorang bisa mempengaruhi keputusan publik.

Rumah Kota Kita, adalah buku tentang perkotaan yang ditulis oleh angkatan 5 Agenda 18. Adapun sejumlah penulis Rumah Kota Kita adalah Della Nadya Maria Brigita Blessty Yogie Pranowo Jenni Anggita, Rio Noto, Christina Dwi Susanti, Bernadetta Niken, Maria Krisnasari, dan Gloria Fransisca.

Buku Rumah Kota Kita juga tak lepas dari bantuan para mentor Agenda 18 yang luar biasa, Agnes Rita, wartawan Megapolitan di Harian Kompas, dan Ignatius Haryanto, Peneliti Senior di LSPP.

Penasaran ingin membaca sejumlah ulasan tentang Ibu Kota karya para penulis muda ini?

Mari datang ke peluncurannya:

 

Escribir Para Siempre!

About the author

Gloria Fransisca

Angkatan 5 Agenda 18. Lulus dari Universitas Multimedia Nusantara sebagai seorang jurnalis. Kini bekerja pada salah satu harian ekonomi, namun selalu tertarik pada isu-isu politik.

Perempuan ini menyukai tulisan-tulisan karya Pramoedya Ananta Toer, Anthony De Mello SJ, dan Leo Tolstoy.

Add Comment

Click here to post a comment