Gloria Fransisca Resensi Buku

Menulis Tentang Perempuan Oleh Seorang (Jurnalis) Perempuan

Judul Buku                : Mulia Sebagai Perempuan Kisah Kehidupan Yang Menginspirasi

Penulis                        : Maria D. Andriana

Editor                          : Artini

Penerbit, Tahun      : Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), 2017

Jumlah Halaman     : XXX + 86

Jenis Cover                : Soft Cover

ISBN                             : 978 602 8075 43 5

 

 

Any woman who understand the problems of running a home, will be nearer to understanding the problems of running a country – Margaret Thatcher

 

Jika ada pendapat yang mengatakan bahwa pekerjaan jurnalis adalah pekerjaan yang bersifat ‘maskulin’ itu adalah sebuah pemikiran yang belum tentu tepat. Buku berjudul ‘Mulia Sebagai Perempuan” karya Maria D Andriana ini justru membuktikan bahwa seorang jurnalis perempuan memiliki kemampuan menulis sebagaimana (seharusnya) perempuan menulis.

Buku ini adalah kumpulan tulisan biografi 16 perempuan yang memiliki karir gemilang di Indonesia. Sang penulis, Maria mengakui, buku tersebut adalah kumpulan kisah yang dia tulis dan pernah disiarkan oleh Perum LKBN Antara.

Keenam belas perempuan yang ditulis oleh Maria datang dari beragam latar belakang. Misalnya saja; Ina Setyawati Liem seorang konsultan pendidikan. Bersama suaminya, Ina mendirikan jasa konsultasi yaitu jurusanku.com. Sederhana saja, Ina dan sang suami berinisiatif agar anak-anak muda Indonesia memiliki arah dalam melanjutkan studi. Jasa konsultasi ini juga membantu mengedukasi orangtua.

Buku ini juga memuat cerita tentang kiprah seorang perempuan menjadi pengamat militer, siapa lagi kalau bukan Jaleswari Pramodhawardani. Perempuan yang mengawali karir sebagai peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dunia kemiliteran yang kerap dilabelkan sebagai dunia laki-laki, atau dunia yang maskulin bisa menarik perhatian Jaleswari. Maklum, ayahnya adalah salah satu anggota TNI-AL, begitu pula beberapa saudara sepupu Jaleswari Pramodhawardani.

Perempuan yang kini menjabat sebagai Deputi V Bidang Politik, Hukum, Keamanan, dan HAM di Kantor Staf Presiden (KSP) mengaku sedang mendapatkan tantangan baru untuk mengkaji dan menyusun laporan sebagai bahan tim kerja pemerintahan.

Selain itu, Maria juga mencoba mengambil profil salah satu perempuan sukses di perusahaan kepelabuhanan. Siapa lagi kalau bukan Rima Novianti, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) alias Pelindo II.

Maria juga masih menuliskan beberapa kisah hidup para seniman perempuan seperti pemahat Dolorosa Sinaga, seorang pelukis Sofia Cristianty, dan Lita Jonathans, pendiri LA LITA CRAFT dan seorang pelaku seni kriya.

Siapa tokoh yang unik? Dia adalah Meagan Wati, perempuan asal Madiun yang jago memasak dan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hong Kong. Di tengah arus teknologi informasi, Wati pun menunjukkan kepiawaiannya dalam memasak melalui akun social media. Apa lagi jika bukan Facebook. Wati mulai dikenal sebagai seorangTKW berprestasi karena keahliannya tersebut.

Cara Maria menulis tokoh-tokoh ini memang sangat menunjukkan keberpihakkannya kepada perempuan. Lagi-lagi, karena Maria sendiri seorang perempuan yang berkiprah di bidang jurnalistik. Keunikkan lain dari buku ini adalah komposisi tokoh yang dipilih Maria sangatlah beragam, datang dari berbagai latar belakang.

Adapun kekurangan buku ini adalah masih terdapat beberapa typo alias kesalahan huruf dalam penulisan. Ada beberapa kata yang lupa dispasi, ataupun ada yang kurang huruf. Kritik ini bisa menjadi catatan bagi penerbit dan editor dalam memperbanyak karya Maria yang sangat bermanfaat khususnya bagi perempuan Indonesia.

Seridaknya, buku Maria mengingatkan bukan hanya soal kesetaraan posisi laki-laki dan perempuan, tetapi juga tentang kemampuan dan peluang yang dimiliki lelaki dan perempuan pada hakikatnya sama. Hal penting lainnya yang tidak diabaikan Maria adalah bagaimana mewujudkan misi kebaikan bersama dengan mitra kerjasama antara laki-laki dan perempuan.

About the author

Gloria Fransisca

Angkatan 5 Agenda 18. Lulus dari Universitas Multimedia Nusantara sebagai seorang jurnalis. Kini bekerja pada salah satu harian ekonomi, namun selalu tertarik pada isu-isu politik.

Perempuan ini menyukai tulisan-tulisan karya Pramoedya Ananta Toer, Anthony De Mello SJ, dan Leo Tolstoy.

Add Comment

Click here to post a comment