Opini Vikthoria

Ejaan yang Dialaykan

9

oleh Vikthoria

 
 
“Muup… Ni capa?”

“Muup… Ni capa y, q tak thwo nich no capa?”

 

“Kamu tahu gak dia ini nulis apa?” tanya pimpinan saya sambil menyerahkan hp-nya untuk saya lihat.  
“Oh, ini bahasa alay pak,” jawabku. 
“Apa itu bahasa alay? Padahal sudah kutulis saya tidak mengerti, saya pakai bahasa Indonesia, tapi masih dibalas seperti itu? 
Bahasa alay itu bahasa gaul anak remaja sekarang, yang mengganti abjad dengan huruf-huruf, seperti a menjadi 4, e menjadi 3, atau kata serius menjadi ciyus, kali menjadi keules, dan lain sebagainya. Jadi bahasa Indonesia disingkat lagi oleh mereka dengan tatanan suka-suka mereka,” jawabku. 
“Oh begitu,” seru pimpinan saya dengan raut muka masih tidak mengerti. 
Kebingungan pimpinan saya bukan hal aneh, karena awalnya saya-pun bingung dengan tulisan seperti itu, misalnya dalam SMS pernah G bukan lagi singkatan Gua, tetapi Gua menjadi W, dan G berarti Gak, kemudian kata “KEULES”, pertama kali saya dengar kata ini dari anak kecil yang bergaya bak artis Syahrini, berulang kali dia mengucapkan kata “keules”, dan berulang kali juga saya makin tidak mengerti dengan bahasa dan gaya anak kecil itu. Kemudian saya mencari tahu dengan cara bertanya kepada teman-teman saya, apa sih arti kata “keules”, ternyata berarti “kali”. 
 
Angkat topi saya dengan kreativitas ambigu ini, penasaran dengan latar belakang di balik kreativitas mereka mengubah kata-kata, dan bertanya-tanya juga mengapa mereka menggunakannya dalam semua kesempatan, formal dan informal. Penggunaan bahasa gaul/alay jika dalam hubungan informal/tidak resmi, antar teman, itu sah-sah saja, namun jika menggunakannya dalam urusan pekerjaan, seperti melamar pekerjaan atau mengirim pesan kepada orang yang tidak di kenal, itu sungguh keterlaluan. Pertama, dianggap tidak serius. Kedua, dianggap tidak berpendidikan. Ketiga, tidak akan di terima untuk bekerja. Mengapa?
 
Bayangkan jika anda di terima bekerja sebuah perusahaan, misal sebagai staf keuangan, kemudian karena kesehariaan anda menggunakan bahasa alay/gaul baik lisan maupun tulisan. Suatu hari anda disuruh pimpinan menulis cek, ditujukan kepada Tuan Ferry Budiman, dengan nominal Dua Puluh Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah.
 
Tidak sadar dengan kebiasaan, kemudian anda menulisnya seperti ini:

 

  BANK  GEMILANG                                                                              NO:  BG 88999   CEK 
    Atas penyerahan cek ini bayarkah kepada:   Bapak F3rry Bud1m4n   atau pembawa
    Uang sejumlah rupiah:   Zu4 Puluh M4 Jut4 M4 Tus Cibu Rup14h
                               
    (tanda tangan dan cap perusahaan)                              (tanda tangan dan cap perusahaan)
    Tu4n F3rry Bud1m4n, 

 

 

 
Kemudian, Anda menyerahkan cek tersebut untuk ditandatangani oleh pimpinan Anda, bisa Anda bayangkan apa yang akan dilakukan pimpinan Anda ketika membaca ceknya ditulis dengan ejaan yang dialaykan?

 

 
 
 
 
 
 
 
 


 

About the author

Vikthoria

www.tealoguetime | FB Page: tealogue | Youtube: tealogue | TW: @tealogue | Steller @tealogue | | IG @tealoguetime

Add Comment

Click here to post a comment