Aloysia Elva Ardina Resensi Buku

Setruman Paulo untuk Para Penggalau

cf

81l6zbSjSzLJudul Buku                      : The Alchemist

Penulis                             : Paulo Coelho

Tebal Buku                      : 177 halaman

Penerbit                           : Harper Collins, London

Tahun Terbit                   : 2002 (versi Bahasa Inggris oleh Harper Collins), 1993 (versi bahasa Inggris pertama), 1988 (versi asli berbahasa Portugis)

ISBN                                   : 978-0-00-715566-8

The Alchemist, novel karangan penulis terkenal Paulo Coelho menceritakan sebuah kisah kehidupan seoarang pemuda laki-laki, Santiago, yang merasa bahwa takdir hidupnya lebih dari sekadar penggembala Andalusia. Awalnya Santiago ingin membuat anak gadis seorang pedagang mengaguminya. Akan tetapi,  seiring berjalannya waktu, harapannya mulai pupus sejak sang gadis memandang sebelah mata mengenai profesinya. Walaupun demikian, Santiago tak patah hati, dia justru fokus untuk mewujudkan mimpinya, yaitu menemukan harta karun di Mesir. Segala cara ditempuhnya dengan pantang menyerah. Dia berusaha mencari peruntungan dengan berdagang hingga mengikuti pesan seorang cenayang. Dalam petualangan mencari harta karun itu, Santiago mengalami pasang surut kepastian arah mencapai mimpinya. Mulai dari cenayang yang ternyata penipu, bertemu dengan seorang kakek tua yangmengaku raja dan memberikannya koin andalan, mempercayai seseorang yang ternyata pencuri, dan sebagainya.

Cinta Tidak Menghentikan Mimpi

Santiago kemudian bertemu dengan seorang raja dari Salem bernama Melchizedek yang memperkenalkan tentang Personal Legend  yang memberikannya pesan bahwa ketika kita ingin mengejar sesuatu dengan tekad yang penuh maka semesta akan mendukung. Dalam perjalanannya, Santiago juga bertemu dengan orang Inggris yang sama-sama mencari Alchemist. Mereka pun berteman dan melanjutkan perjalanan bersama-sama. Saat mereka mencapai mata air, Santiago melihat seorang gadis Arab bernama Fatima dan langsung jatuh cinta kepadanya. Pada waktu itu juga Santiago langsung melamar Fatima, tetapi sang gadis baru mau menerimanya bila Santiago sudah menyelesaikan misi mencapai mimpinya. Santiago sangat frustasi karena takut bahwa nanti Fatima akan jatuh di pangkuan pria lain, tetapi kemudian ia paham bahwa cinta sejati tidak akan pernah membiarkan cita-cita dari pasangannya tidak dikejar sampai berhasil maka Santiago dengan semangat yang membara mengejar impiannya secepat mungkin demi dapat kembali kepada Fatima.

“Kau harus mengerti, cinta tak pernah menghalangi orang mengejar takdirnya. Kalau dia melepaskan impiannya, itu karena cintanya bukan cinta sejati. Bukan cinta yang berbicara bahasa dunia” – Sang Alkemis

Petualangan Santiago terus berlanjut sampai ia bertemu dengan seorang Alchemist yang bijaksana dan mengajarkannya untuk mengenali dirinya sendiri. Santiago memberanikan diri mengambil risiko untuk menempuh perjalanan melewati wilayah teritori perang antarsuku. Di tengah perjalanan, dirinya dipaksa oleh salah seorang suku tersebut untuk menunjukkan The Sould of The World miliknya dengan mengubah dirinya menjadi Simoom, sejak saat itulah Santiago menyadari kekuatan yang ia dapatkan dari pembelajaran perjalanan yang selama ini ditempuh. Dari peristiwa inilah, nuansa gaib dapat dirasakan para pembaca.

Permasalahan Mengantar Kepada Mimpi

Perjuangan Santiago tidak berakhir ketika dirinya mulai melihat Piramida, tiba-tiba ia dirampok habis-habisan. Dari peristiwa perampokkan tersebut, Santiago tahu dari sang pemimpin rampok bahwa harta yang selama ini dicari sebenarnya berada di Gereja yang sudah hancur, tempat yang selama ini menghantuinya. Santiago kembali ke Gereja tersebut, ia menemukan apa yang ia cari selama ini, seusainya ia merasakan sentuhan angin yang berbeda, sentuhan angin dengan aroma jiwa Fatima dan pada akhirnya Santiago kembali untuk Fatima lagi.

Sebenarnya sudah banyak novel yang mengangkat tema perjuangan meraih mimpi, tetapi novel The Alchemist ini memiliki keunggulan lain melalui kalimat-kalimat lugas mendalam, yang khas Coelho untuk menyampaikan pesan kepada para pembaca. Berjuanglah mengejar mimpimu! Salah satu pesan yang sederhana, tetapi sangat mendasar dalam kehidupan manusia. The Alchemist juga mendorong pembaca untuk menjadi pribadi yang fearless dalam mewujudkan mimpi yang besar sehingga tak heran bila novel ini merupakan novel dengan penjualan yang sangat tinggi mencapai 65 juta kopi di berbagai belahan dunia. Namun, satu hal yang menurut saya menjadi kelemahan novel ini yaitu alur cerita yang singkat dalam mencapai peristiwa yang satu menuju peristiwa lainnya sehingga imajinasi para pembaca terbatas dalam mengimajinasikan keseluruhan cerita.

Pesan yang disampaikan dalam buku ini sangat to the point sehingga mudah diingat serta tepat sasaran bagi yang sedang galau dalam mengejar mimpi atau ketika merasa jenuh  di tengah kesibukan. The Alchemist dapat memberikan setruman motivasi secara singkat, namun menyentuh jiwa.

About the author

Aloysia Elva Ardina

Ciptaan Tuhan yang ditakdirkan untuk lahir pada 9 Juni 1999 pukul 09.19 WIB. Masih berjuang sebagai mahasiswi strata 1 (S1) jurusan Teknik Industri di Universitas Indonesia. Telah membaca banyak novel fiksi tetapi selalu kesulitan dalam menghadapi tugas yang memerlukan banyak rangkaian kata karena terlalu banyak mengkonsumsi angka dan grafik di kampus. Bergabung dengan Agenda 18 Angkatan 6 karena sadar bahwa seorang engineer tetap harus memiliki kemampuan bahasa (terutama dalam menulis) yang baik untuk dapat menyalurkan ide/ gagasannya sehingga mudah dipahami masyarakat luas. “Ide tanpa penyampaian yang baik adalah mati” –anonimus.

Add Comment

Click here to post a comment